Komputer, Ergonomi dan Kesehatan Kerja
Kehidupan berkomputer kita
saat ini tentunya sudah jauh berbeda dibandingkan dengan 7 hingga 10
tahun yang lalu di mana populasi kepemilikan komputer masih belum
setinggi ini. Bila kita lihat saat ini, hampir semua aspek pekerjaan
baik di sektor bisnis & perkantoran maupun industri dan manufaktur
telah memanfaatkan dukungan teknologi dan perangkat komputer dengan
karakteristiknya masing-masing. Nilai tambah berupa efisiensi,
kemudahan, kecepatan, ketersediaan dan validitas yang mendorong kita
untuk seakan semakin berlomba memanfaatkan teknologi komputer dalam
berbadai aspek kehidupan termasuk juga entertainment atau hiburan dan
edukasi.
Di sisi industri komputer atau IT sendiri, pengkajian dan
pengembangan teknologi terus dilakukan untuk menghasilkan teknologi yang
semakin powerfull, mudah digunakan, kaya fitur, dan ekonomis. Dengan
kecepatan perubahan teknologi, menjadikan kita seolah-olah tidak akan
pernah mendapatkan perangkat yang bisa disebut teknologi “terbaru”,
karena ketika kita beli ketika itu pula telah muncul teknologi yang
lebih baru lagi.
Untuk waktu-waktu mendatang, “keakraban” kita dengan
perangkat komputer dipastikan semakin meningkat dan akan menjadi rekan
kerja yang tak terpisahkan. Frekuensi dan durasi/ waktu interaksi kita
dengan komputer-pun akan semakin bertambah. Frekuensi dan durasi
interaksi tentunya ditentukan juga dengan jenis pemakaiannya, pekerjaan
atau profesi dari pemakai komputer tersebut. Seorang yang bekerja
sebagai typist atau sekretaris misalnya, akan memiliki frekuensi dan
durasi pemakaian komputer lebih lama daripada seorang staf penjualan
yang hanya memanfaatkan komputer berkala untuk membuat laporan saja.
Lebih ekstrim seorang yang memang dalam bekerjanya “harus” menggunakan
komputer seperti para programmer / software developer, animator,
graphics designer, tentunya frekuensi dan intensitas mereka di depan
komputer jauh lebih tinggi. Berdasarkan suatu survey di Amerika
baru-baru ini mendapatkan fakta bahwa rata-rata waktu kerja yang
digunakan untuk bekerja dengan komputer adalah 5,8 jam per hari atau 69%
dari total jam kerja mereka.
Semakin meningkatnya interaksi kita
dengan perangkat komputer di satu sisi menggembirakan karena tentunya
ada nilai-nilai efisiensi dan efektivitas yang akan kita peroleh, tetapi
di sisi lain ada aspek yang membahayakan yang juga akan meningkat dan
perlu segera kita antisipasi yaitu : kesehatan kerja. Walaupun kesehatan
kerja dipengaruhi oleh banyak faktor, tetapi bagi orang yang memiliki
intensitas pemakaian komputer tinggi, komputer menjadi faktor penyebab
gangguan kesehatan yang paling tinggi.
Karakteristik gangguan
kesehatan yang disebabkan oleh intensitas pemakaian komputer cenderung
pada gangguan atau cidera tingkat rendah yang muncul lambat-laun setelah
proses salah yang lama dan berulang (repetitif) ketika menggunakan
komputer. Walaupun muncul secara evolusif, hasil akhir tetap sama berupa
gangguan kesehatan yang serius seperti gangguan saraf, gangguan
penglihatan, cidera otot dan pergelangan, dll. Gangguan tersebut
rata-rata diakibatkan oleh kurangnya aliran darah serta ketegangan di
bagian tubuh tertentu secara terus-menerus dan berulang. Hal ini bisa
berlangsung bertahun-tahun sebelum gangguan itu muncul sebagai suatu
cidera yang serius.
Apabila anda termasuk seorang yang memiliki
intensitas pemaiaian komputer tinggi baik dalam pekerjaan maupun di luar
pekerjaan maka sisi kesehatan ini penting untuk anda perhatikan secara
serius mulai saat ini. Dan pemakaian komputer tidak harus ketika anda
bekerja di kantor, tetapi ketika anda bermain game, browsing internet,
memutar film, dll termasuk di dalamnya, sama-sama berpotensi mendapatkan
gangguan kesehatan.
Dengan artikel ini saya ingin mengajak para
pengguna komputer berpaling sesaat dari hingar-bingar pembahasan di sisi
teknologi komputer yang seakan tiada habisnya. Kita perlu mulai
menelaah dan mengkaji potensi-potensi gangguan kesehatan yang tidak kita
sadari yang mungkin muncul dan mengganggu produktivitas kita.
Karena
penting dan seriusnya, maka masalah gangguan kesehatan kerja semakin
menjadi perhatian publik dengan menempatkannya sebagai suatu kajian ilmu
tersendiri yaitu : ergonomik. Ergonomik adalah suatu ilmu terapan yang
mengkaji metode atau pola kerja dan bagaimana meningkatkannya. Ergonomik
akan mengkaji dan berusaha mencari kesesuaian antara kondisi fisik
pekerja, lingkungan kerja dan jenis aktivitasnya. Hasilnya dapat berupa
desain kerja yang lebih baik dari metode kerja, perangkat kerja, tempat
kerja, dll. Hasil penelitian menyatakan bahwa penerapan ergonomi yang
tepat di tempat kerja akan meningkatkan produktivitas kerja hingga 25%.
Memang ergonomi sangat luas, karena semua jenis dan bentuk pekerjaan
akan membutuhkan ergonomi, demikian pula dengan pekerjaan yang
memanfaatkan komputer.
Ergonomi yang baik dan tepat sangatlah penting
diterapkan ketika anda menggunakan komputer, untuk menghindari
ketidaknyamanan dalma bekerja. Ini artinya bahwa perangkat dan tempat
kerja haruslah diatur sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan dan
jenis pekerjaan yang anda lakukan. Beberapa panduan berikut akan
membantu anda meminimalisir ketidaknyamanan secara fisik yang
selanjutnya akan dapat mengakibatkan postur tubuh dan gerakan berulang
yang salah dalam bekerja.
Gangguan Kesehatan
Secara garis besar
gangguan kesehatan akibat pemakaian komputer yang salah dapat
dikelompokkan menjadi 3 yaitu : • Gangguan pada bagian mata dan kepala •
Gangguan pada lengan dan tangan • Gangguan pada leher, pundak dan
punggung
Gangguan pada bagian mata dan kepala kita sering disebut
dengan computer vision syndrome, mulai dari nyeri atau sakit kepala,
mata kering dan iritasi, mata lelah, hingga gangguan yanglebih serius
dan lebih permanen seperti kemampuan fokus mata menjadi lemah,
penglihatan kabur (astigmatisma, myopi, presbyopi), pandangan ganda,
hingga disorientasi warna.
Gangguan pada bagian lengan dan telapak
tangan mulai dari nyeri pada pergelangan tangan karena gangguan pada
otot tendon di bagian pergelangan, nyeri siku, hingga cidera yang lebih
serius seperti Carpal Tunnel Syndrome yaitu terjepitnya syaraf di bagian
pergelangan yang menyebabkan nyeri di sekujur tangan. Cidera ini harus
segera diatasi sebelum terlambat, karena pada stadium lanjut tindakan
operasi terpaksa harus dilakukan.
Kelompok gangguan lainnya berupa
nyeri pada bagian leher, pundak, punggung dan pinggang. Nyeri di bagian
ini sering pula mengakibatkan gangguan nyeri di bagian paha dan betis.
Berkomputer Secara Ergonomis
Berkomputer
dengan menerapkan prinsip-prinsip ergonomis merupakan cara jitu dalam
menghindari ketidaknyamanan yang pada akhirnya akan menimbulkan gangguan
kesehatan seperti yang dijelaskan di atas. Berikut beberapa panduan
cara kerja dan pengaturan tempat maupun perangkat kerja yang akan mampu
menghindarkan anda dari ketidaknyamanan berkomputer.
Tempat kerja
Bagaimana
anda mengatur elemen atau komponen tempat kerja anda sehingga sesuai
dengan kebutuhan merupakan faktor paling penting untuk mendapatkan
kondisi kerja yang nyaman. Luangkan waktu beberapa menit sebelum anda
berkerja, pikirkan dan tentukan bagaimana layout dan posisi terbaik
perangkat kerja anda (komputer, telepon, dll) dan bagaimana tempat kerja
anda dapat dimanfaatkan secara efektif. Langkah ini akan dapat
menghemat waktu dan tenaga anda dalam menyelesaikan pekerjaan.
Pastikan bahwa :
•
Cukup tempat di meja anda untuk menata posisi yang paling nyaman untuk
cpu, monitor, keyboard, mouse, printer, penyangga buku, dan piranti
lainnya seperti telpon, dll • Atur meja anda dengan mempertimbangkan
bagaimana perangkat itu akan digunakan. Perangkat yang paling sering
digunakan seperti mouse dan telepon, tempatkan di posisi yang paling
mudah dijangkau. • Atur pencahayaan ruang kerja anda secara optimal,
cahaya yang terlalu kuat mengakibatkan tampilan monitor tidak tajam,
cahaya rendah potensi menyebabkan gangguan pada mata anda. Hindari lampu
yang menyorot langsung ke monitor karena akan memunculkan pantulan di
layar. Usahakan posisi sejajar terhadap jendela, jangan berhadapan atau
membelakangi. • Buku, laporan, atau bahan cetakan lain yang dibutuhkan
dalam bekerja dengan komputer sebaiknya diletakkan di dekat monitor.
Bisa di bawah atau disampingnya.
Kursi
Kursi salah satu komponen
penting di tempat kerja anda. Kursi yang baik akan mampu memberikan
postur dan sirkulasi yangbaik dan akan membantu menghindari
ketidaknyamanan. Pilih kursi yang nyaman, dapat diatur, dan memiliki
penyangga punggung.
Aturlah kursi sebagai berikut sehingga :
•
Paha anda dalam posisi horisontal dan punggung bagian bawah atau
pinggang anda terdukung. Tanpa ini, punggung dan pinggang anda
berpotensi mendapatkan gangguan. • Bila kursi kurang dapat diatur,
bagian bawah punggung dapat dibantu dengan diberi bantal. • Telapak kaki
anda harus dapat menumpu secara rata di lantai ketika duduk dan ketika
menggunakan keyboard. Apabila tidak dapat maka kursi anda mungkin
terlalu tinggi dan anda dapat manfaatkan penyangga kaki. Kadang-kadang
ubahlah posisi duduk anda selama bekerja karena duduk dalam posisi tetap
dalam jangka lama akan mempercepat ketidaknyamanan.
Keyboard
Sebagai
perangkat input, perangkat ini mutlak diperlukan dan selalu kita pegang
ketika kita bekerja dengan komputer. Untuk pemakaian yang nyaman
usahakan dalam posisi sebagai berikut:
• Posisikan keyboard sehingga
lengan anda dalam posisi relaks dan nyaman, dan lengan bagian depan
dalam posisi horisontal • Pundak anda dalam posisi relaks tidak tegang
dan terangkat ke atas. • Pergelangan tangan harus lurus, tidak menekuk
ke atas atau kebawah. • Ketika mengetik tangan harus ikut bergeser
kekiri kanan sehingga jari tidak dipaksa meraih tombol-tombol yang
dimaksud. • Jangan memukul tombol, tekan tombol secara halussehingga
tangan dan jari anda tetap relaks. • Perimbangkan untuk memanfaatkan
keyboard ergonomik yang dirancang untuk dapat diatur sesuai ukuran jari
dan posisi lengan. • Manfaatkan fitur shortcut dan macro untuk melakukan
suatu aktivitas di komputer. Misal ; Ctrl+C untuk menyimpan. Shortcut /
macro akan mampu mengurangi aktivitas penekanan tombol. Seperti
penjelasan di atas, postur dan posisi yang salah dalam pemakaian
keyboard maupun mouse potensi menyebabkan gangguan Carpal Tunnel
Syndrome.
Mouse
• Tempatkan mouse dekat dan di permukaan yang sama
dengan keyboard sehingga anda dapat meraih dan menggunakannya tanpa
harus meregangkan tangan ke posisi yang berbeda • Pegang mouse secara
ringan dan klik dengan tegas. Gerakkan mouse dengan lengan, jangan hanya
dengan pergelangan anda. Jangan tumpukan pergelangan atau lengan bagian
depan di meja ketika anda menggerakkan mouse • Untuk jenis rolling-ball
mouse ,bersihkan mouse secara periodik karena mouse yang kotor akan
mengganggu pergerakan kursor dan menyebabkan pergelangan menjadi tegang.
• Pertimbangkan untuk menggunakan scroll-point mouse, sehingga gerakan
scrolling di layar dapat lebih mudah dilakukan. • Gunakan optical mouse
untuk memperoleh gerakan kursor yang lebih presisi. Pekerjaan di bidang
Cad/grafis sebaiknya menggunakan mouse jenis ini. Usaha untuk
mengarahkan kursor secara presisi akan cenderung meningkatkan ketegangan
di otot lengan dan bahu.
Monitor
• Posisi layar monitor
sedemikian rupa sehingga dapat meminimalisir pantulan cahaya dari lampu,
jendela atau sumber cahaya lainnya. Apabila tidak memungkinkan untuk
mengatur posisi layar monitor, pertimbangkan untuk memasang filter di
depan layar monitor • Untuk kenyamanan, atur monitor sehingga mata anda
sama tingginya dengan tepi atas layar, sekitar 5-6cm di bawah bagian
atas casing monitor. Monitor yang terlalu rendah akan menyebabkan leher
dan pundak anda nyeri. • Atur posisi sehingga jarak anda dan monitor
berkisar 50cm – 60 cm. Monitor yagn terlalu dekat mengakibatkan mata
anda tegang, cepat lelah, dan potensi gangguan penglihatan • Posisi
monitor tepat lurus di depan anda, jangan sampai memaksa kepala anda
menoleh untuk melihat layar. • Sedikit tengadahkan monitor sehingga
bagian atas monitor sedikit kebelakang. • Atur level brightness dan
contrast monitor senyaman mungkin. Jangan terlalu redup jangan terlalu
terang. Ketika kondisi cahaya di ruang anda berubah, sesuaikan lagi
brightness dan contrast monitor • Bersihkan layar monitor secara
periodik. Layar yang kotor akan menimbulkan efek pantulan dan tampilan
buram. • Apabila anda mengalami kesulitan untuk melihat tampilan layar
dengan jarak 50-60 cm, coba besarkan tampilan atau resolusi layar.
Apabila resolusi 1024x768 terlalu kecil, ubah ke 800x600. Juga atur
warna dan ukuran font apabila perlu
Cara Berkomputer
• Variasilah
dalam bekerja dan istirahat atau break secara periodik. Hal ini untuk
mengurangi kemungkinan kelelahan dan ketidaknyamanan. Ikuti aturan
20/20/20, yaitu : setiap 20 menit bekerja, break selama 20 detik, dengan
alihkan pandangan ke jarak ± 6m • Mengambil napas merupakan fungsi yang
otomatis, tetapi ketika kita berkonsentrasi di depan layar monitor
cenderung sering menahan napas, terlebih apabila pekerjaan kita diburu
waktu. Ambil beberapa detik untuk menarik napas panjang. • Jangan lupa
kedipkan mata anda saat memandang layar komputer. Ketika memandang layar
monitor, kita cenderung akan lebih jarang berkedip daripada ketika kita
bekerja dalam jarak dekat lainnya , misal : menulis surat di kertas,
dll. Berkediplah dengan dengan penuh dan sering. Bisa dipertimbangkan
juga untuk memasang reminder atau pengingat di layar. • Jangan lupa
untuk memeriksakan mata anda secara rutin, ukurlah jarak pandang anda
dan lakukan konsultasi ke dokter mata anda
Kebisingan dan Radiasi
Perangkat
komputer merupakan perangkat elektronis yang telah didesain untuk
digunakan di lingkungan perkantoran yang tenang (quiet office
environtment). Standar kebisingan yang aman untuk pemakaian perangkat
elektronik adalah 40-45 dB di jarak 1 m dari sumber. Untuk perangkat
komputer saat ini, sumber kebisingan utama lebih pada CPU. Di waktu
lalu, monitor CRT memegang peran penting sebagai sumber kebisingan,
tetapi saat ini monitor hadir dengan sweep rate frekeuensi tinggi (30
Khz atau lebih) hingga monitor LCD yang lebih tenang dan ramah.
Kebisingan dari CPU sebagian besar disebabkan suara colling fan baik
cooling fan power unit, processor, display adapter dan piringan
harddisk.
Langkah antisipasi tentunya adalah pemilihan perangkat yang
memenuhi standar kebisingan yang ditetapkan. Khususnya untuk perangkat
CPU rakitan, perlu dicermati aspek ini. Untuk perangkat yang telah kita
miliki, dapat dipertimbangkan untuk menata letak CPU sehingga dapat
mengurangi tingkat kebisingannya.
Radiasi dari perangkat komputer
lebih pada komponen VDT atau Visual Display Terminal dalam hal ini
monitor. Seperti halnya televisi, radasi berupa gelombang
elektromagnetik dihasilkan dari monitor, dari bagian CRT (Cathode ray
tubes) dan komponen elektronis lainnya. Tetapi berdasarkan riset,
kontribusi radiasi baik jenis ionizing maupun no-ionizing dari pemakaian
perangkat VDT (monitor) selama rata-rata 8 jam/hari sangatlah kecil
dibandingkan dengan kontribusi radiasi dari consumer product lainnya
(reff:www.lenovo.com).
Karena telah ditetapkannya standar
internasional untuk emisi radiasi yang aman, maka pemilihan perangkat
komputer harus memperhatikan apakah telah mengikuti dan sesuai dengan
standar radiasi yang berlaku, khususnya untuk perangkat monitor.
Sekali
lagi, masalah kesehatan berkomputer saat ini masih kurang atau belum
mendapat perhatian dari para pengguna komputer. Kita masih terlalu asyik
pada tahapan bagaimana memiliki perangkat komputer, bagaimana
memanfaatkan komputer, apa teknologi tercanggih yang harus dimiliki,
dll. Apabila kesadaran ini tidak segera digugah dan dimunculkan, maka di
kurun waktu 3 – 5 tahun kedepan dampaknya pasti akan dirasakan oleh
para pengguna komputer termasuk kita. Dan yang perlu kita beri perhatian
khusus adalah anak-anak dan para remaja yang saat ini semakin akrab
dengan komputer. Kesadaran berkomputer secara sehat akan menghindarkan
mereka dari keharusan menggunakan kacamata secara dini, kelainan pada
postur tubuh, cidera berkepanjangan, dll
Selesai
Tidak ada komentar:
Posting Komentar